PERTUMBUHAN EKONOMI GORONTALO
Tuesday, November 13th, 2007 Pertumbuhan ekonomi Gorontalo yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PRDB) pada triwulan III tahun 2007 mencapai 5,19 persen dibandingkan dengan triwulan II tahun 2007 (q-to-q); dan apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2006 mengalami pertumbuhan 8,52 persen (y-on-y). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi hingga triwulan III tahun 2007 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2006 mencapai sebesar 7,67 persen.
Besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan III tahun 2007 mencapai Rp 1.301,4 milyar, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan tahun 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp 618,76 milyar.
Tiga sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi (q-to-q) adalah sektor pertanian 8,55 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi 5,96 persen dan sektor Bangunan 4,07 persen. Sementara itu pertumbuhan tertinggi (y-to-y) adalah sektor pertanian 12,50 persen, sektor bangunan/konstruksi 9, 28 persen dan sektor pertambangan dan penggalian 8,59 persen.
Selanjutnya pertumbuhan sektor riil (semua sektor kecuali sub sektor bank, sub sektor lembaga keuangan bukan bank dan jasa penunjang keuangan) dalam PDB Indonesia selama tiga triwulan pertama tahun 2007 mencapai 7,65 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2006, yang berarti sedikit lebih rendah dibanding pertumbuhan PDRB Gorontalo secara keseluruhan yang besarnya 7,67 persen.
Pengeluaran konsumsi rumahtangga pada triwulan II tahun 2007 dibandingkan dengan triwulan I tahun 2007 meningkat sebesar 3,61 persen. Pada triwulan yang sama pengeluaran konsumsi pemerintah meningkat 11,50 persen, pembentukan modal tetap bruto 8,86 persen, ekspor barang-jasa 8,49 persen, dan impor barang-jasa 12,47 persen.
Dibandingkan dengan triwulan II tahun 2006, peningkatan terjadi pada hampir semua komponen penggunaan yakni: pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat 7,26 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah 5,61 persen, pembentukan modal tetap bruto 6,32 persen, ekspor barang-jasa 23,11 persen, dan impor barang dan jasa 18,19 persen.
PDRB per-kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2006 mencapai Rp 4.314.951, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2005 sebesar Rp 3.826.253.