Kapan Indonesia punya Teknologi begini…???Mimpi kali yeee…!!!
Minggu, 02/09/2007 09:25 WIB
Perlombaan Eksplorasi Bulan Cetak E-mail
UNTUK mengeksplorasi Bulan, Jepang menyiapkan SELENE
dan China membangun Chang’e 1. Rusia tidak ingin
tertinggal dan menyiapkan misi penerbangan manusia ke
Mars.
Negara-negara di dunia berlomba mengejar
ketertinggalan dari AS dalam mengeksplorasi Bulan.
Jepang mengaku sedang menyiapkan proyek antariksa
terbesar sejak Apollo. China dan Rusia tidak ingin
tertinggal. Kedua negara itu bahkan mempersiapkan
pendaratan di Bulan. Badan antariksa Jepang
mengungkapkan, perekonomian paling kuat Asia tersebut
siap meluncurkan misi tidak berawak ke Bulan pada
Kamis 13 September 2007. Dalam mengeksplorasi Bulan,
Jepang mengandalkan satelit SELENE, yang sudah
mengalami penundaan selama empat tahun akibat masalah
mekanis.
Setelah peluncuran satelit Jepang, China diperkirakan
segera menyusul dengan meluncurkan wahana Chang’e 1 ke
angkasa luar. Badan antariksa China NSA mengungkapkan,
satelit Chang’e 1 dan roket Changzheng 3 sudah
berhasil lolos dalam setiap tahap pengujian dan
landasan peluncuran sudah siap. Pada Juli, Menteri
Teknologi Pertahanan China mengungkapkan, China siap
meluncurkan misi Bulan pada akhir tahun. Namun
demikian, China diperkirakan segera menjalankan misi
tersebut karena tidak ingin tertinggal dari Jepang.
”Saya tidak mau memandang misi eksplorasi Bulan
sebagai sebuah perlombaan menang-kalah. Namun saya
yakin, siapa pun yang mampu meluncur lebih dulu, misi
Bulan oleh Jepang memiliki teknologi lebih unggul.
Kami yakin misi Jepang mampu menyajikan terobosan
ilmiah,” papar eksekutif badan antariksa Jepang JAXA
Yasunori Motogawa. Jepang memang harus mampu
menciptakan teknologi lebih baik apabila tidak ingin
tertinggal dari China. Dalam beberapa tahun terakhir,
program antariksa China, yang dikelola militer, memang
mengalami kemajuan luar biasa.
Pada 2003, China mengejutkan dunia karena mampu
menjadi negara Asia pertama yang mampu meluncurkan
astronot ke angkasa luar. China juga sudah mampu
membangun pertahanan peluru kendali antisatelit.
Padahal, teknologi tersebut sebelumnya hanya dimiliki
AS dan Rusia. Merasa tertinggal dari Beijing, Tokyo
bekerja keras. Pada Februari, Jepang menyelesaikan
pembangunan empat satelit mata-mata yang mampu
memantau setiap titik di permukaan Bumi pada setiap
hari. Namun, efektivitas proyek satelit Jepang
tersebut memicu kemunculan tanda tanya besar karena
salah satu satelit mata-mata ternyata menjumpai
kegagalan.
Tokyo membelanjakan sekitar USD500 juta per tahun
untuk proyek yang sudah berjalan sekira sepuluh tahun
tersebut. Kekuatan-kekuatan regional Asia, yakni
India, Korea Selatan, Malaysia, danTaiwan seluruhnya
sudah memiliki satelit di orbit. Pada 1998, Korea
Utara bahkan mengaku sudah meluncurkan satelit dengan
peluru kendali balistik. Satelit Korea Utara tersebut
konon digunakan untuk menyiarkan lagu puji-pujian
terhadap pemimpin Korea Utara Kim Jong Il.
Namun, misi-misi kekuatan regional Asia tersebut tidak
ada yang seambisius misi China dan Jepang. Badan
antariksa Jepang mengungkapkan, proyek eksplorasi
Bulan terbesar Jepang, yakni SELENE, menghabiskan
biaya sekira USD276 juta. Proyek SELENE dinilai
memiliki ambisi dan ruang lingkup yang jauh lebih
besar daripada program Luna Uni Soviet dan proyek
Clementine and Lunar Prospector NASA. Hanya proyek
Apollo yang mampu mengalahkan ambisi proyek SELENE.
Dalam proyek SELENE, Jepang berencana mengorbitkan
sebuah satelit utama di sekitar Bulan dan mengorbitkan
pula dua satelit lebih kecil untuk mempelajari asal
mula pembentukan Bulan dan evolusinya. SELENE bukan
misi Bulan pertama Jepang. Pada 1990, Jepang
meluncurkan sebuah wahana Bulan. Namun, wahana
tersebut hanya melintasi Bulan. Dan, tidak seperti
SELENE yang mengorbit dalam waktu lama di sekitar
Bulan. Tidak ingin kalah, satelit Chang’e 1 China juga
disiapkan untuk mengorbiti Bulan. Chang’e 1 dilengkapi
kamera stereo dan teknologi X-ray Spectrometer untuk
memetakan permukaan Bulan secara tiga dimensi dan
mempelajari debu Bulan.
Kantor berita resmi China Xinhua mengungkapkan, China
sudah menghabiskan anggaran USD185 juta untuk
mengembangkan Chang’e 1. Dalam misi berikutnya,
Beijing bahkan berambisi mengambil sampel tanah Bulan.
Lebih dari itu, Xinhua melaporkan, China juga
mempersiapkan misi pendaratan manusia di Bulan pada 15
tahun mendatang. Jepang mempersiapkan pula misi yang
sama dan diperkirakan akan berjalan pada 2025. Misi
pendaratan manusia di Bulan juga disiapkan Rusia.
Badan antariksa Rusia Roskosmos mengungkapkan,
astronot Rusia akan mendarat di Bulan pada 2025.
Hingga saat ini, misi pendaratan Bulan baru dilakukan
ekspedisi Apollo pada 1968.
”Kami akan mendaratkan manusia di Bulan pada 2025 dan
membangun stasiun berawak di permukaan Bulan pada
2027- 2032,” tandas juru bicara Roskosmos Anatoly
Perminov. Perminov menjelaskan, Rusia mempersiapkan
misi eksplorasi angkasa luar besar-besaran hingga 30
tahun mendatang. Namun, Perminov menegaskan, misi
Rusia jauh lebih efisien daripada AS karena hanya
menggunakan anggaran kurang dari 10 persen anggaran
eksplorasi antariksa AS. Pada saat ini, misi antariksa
Rusia difokuskan terhadap modernisasi stasiun
antariksa internasional ISS. Namun, Perminov
menegaskan, Rusia juga akan menyiapkan ekspedisi Mars.
Rusia berharap dapat menerbangkan manusia ke Mars pada
2035.
July 27th, 2009 at 7:42 am
Kicktail Xl5 Multi-color 3 Set Green Shad - Rainbow Shad - Golden Shad…
Minggu 02/09/2007 09:25 WIBPerlombaan Eksplorasi Bulan Cetak E-mailUNTUK mengeksplorasi Bulan Jepang [...]…